Sunday, August 11, 2013

Jakarta Aku Kembali


11 Agustus 07:49 WIB - Palembang
Bangun lebih awal untuk menikmati sinar matahari pagi yang menyinari di sudut ruang tamu. Ceritanya ini masih duduk santai di rumahku... Palembang. Sudah satu Minggu Nisa disini, kembali merasakan kehangatan keluarga yang hampir setengah tahun kemarin Nisa rindukan. Makan bersama, nonton TV sambil canda gurau, jalan ke luar tiap malam Minggu bersama mereka. Suasana pasca Eid AL-Fitr masih terasa, dengan masih banyaknya tumpukkan toples berisi kue kering dan beberapa cake yang sudah tinggal sebagian potongannya.

Satu Minggu disini...
Mama sama papa memanjakan Nisa. Mau makan apa, Insya Allah disediakan. Menu makanan Nisa satu Minggu full masakkan rumah, termasuk model, pempek dan bakso buatan tangan mama semua. Hal ini yang paling ngangenin, masakkan mama. Nisa jarang cocok dengan menu masakkan orang lain, karena dari kecil dibiasakan oleh mama untuk selalu mencintai 'makanan rumah'.

Hari ini aku kembali ke Jakarta...
Pakaian sudah dikemas, beserta oleh-oleh yang sudah dipersiapkan untuk rekan di Jakarta. Penerbangan sore ini pukul 16.55 dari bandara SMB II menuju Soeta dengan Garuda Indonesia Airlines. Perasaan pagi ini, tepatnya saat nulis entri ini bisa dibilang nano-nano. Sedih dan senang campur berbaur dengan rapi. Sedih harus jauh lagi dari keluarga, senang karena esok menjadi hari baru lagi karena mulai bekerja dengan energi baru.

Dimanapun Nisa berada, entah Jakarta atau Palembang pasti selalu ada yang Nisa rindukan.
Nisa disini, ada seseorang di Jakarta yang Nisa rindukan keberadaannya di sisi Nisa.
Begitu juga saat disana, ada juga yang Nisa rindukan yaitu keluarga dan dirinya.

Terimakasih Palembang untuk kehangatannya..
Jakarta Aku Kembali
Semangat Annisa!

Tuesday, May 7, 2013

Sobekkan Kertas...


Belajar bersajak, terimalah dengan senyum tulisan yang Nisa rangkai sendiri ini. Bermain rasa dalam tulisan yang disebut "Sobekkan Kertas..." ☼ Terjebak waktu karena senyuman, hati pun mulai merajut kenangan ☼ Kasmaran berpaling, saat hati tak mampu memiliki. Takut bermimpi.. ☼ Gelap, pelukkan Ibunda adalah cahaya paling terang ☼ Cinta tak pernah tua, Nona. Biarkan usia saja berlari ☼ Asa dibendung, menyelipkan sejuta harap yang tertulis dalam relung hati ☼ Sentuhan adalah penawar paling baik saat bibir bicara tak digubris hati ☼ Terjebak kenangan, aku terpaku. Diam beku ☼ Doa indah bersamamu adalah bagian favoritku ☼ Hujan menyelipkan cerita, bersama kita terjebak karenanya. Malu dan Manis ☼ Sayap putih melambai kepadanya, Si Penyamun Unik yang merindu ☼ Genggaman hangat Ayah, meneguhkan langkah yang hampir terkulai ☼ Tuhan melukis sketsa rasa; Cinta, Rindu, Peduli dan Harap. Sungguh baik Tuhanmu.. ☼ Kusematkan satu tumpukkan cercahan cita, ku letakkan bersama namamu ☼ Pelangi iri melihat dua insan memadu tawa, tersirat kebahagiaan... Selamanya. ☼ Surat itu telah dikirim Pak Pos; surat mewakili rasa kita untuk segera berjumpa ☼ Jangan menunduk, Gadis Kecil. Biarkan dunia melihat betapa besarnya semangat hidupmu. Hidup Damai ☼ Rintik malu menetes di bumi, kau terlampau mengisi hati dan hari ku ☼ Jangan terlalu keras berbisik pada angin, aku takut dia terlalu rapuh ☼ Biarkan biola itu berdawai, ada pesan yang ingin disiratkan padamu. Pelan ☼ Pundak ini akan menampung gelisah mendalammu, aku di sini Sobat ♡♡♡♡♡

Sunday, April 14, 2013

Biru dan Merah Muda


Selamat sore hujan..
Langit Jakarta agak gelap tadi, alhasil hujan pun jatuh sekarang ke bumi. Awalnya ia tampak malu, mungkin karena enggan melepas pergantian weekend. Nisa mau berbagi nih, mengenai perkataan mbak Achi (sepupunya Redha) tadi. Jadi semalam selepas habisin waktu berdua sama Redha, Nisa bermalam di rumah mbak Achi. Redha tinggal di rumah itu selama Ia di Jakarta. Kita fokuskan soal mbak Achi aja yah, Dear...

Tadi pas pulang, Nisa diantar sama mbak Achi dan Mas Rendro (calon suaminya) ke halte TransJakarta terdekat. Namun sebelum stop di halte, Nisa ikut nemenin Mas Rendro buat foto dokumentasi buku nikah di studio foto Grand Floor ITC Permata Hijau. Selama proses pemotretan, Nisa sama mbak Achi banyak ngobrol selagi nungguin Mas Rendro selesai difoto. Mbak Achi banyak cerita soal gimana cara dan tempat Mas Rendra melamar, lika-liku hubungannya, dan bobot-bibit-bebet nya. Nisa yang masih merasa 'belum dewasa' soal pernikahan, yah dengaran aja dong. Gak mau sok tua yang tahu segalanya padahal belum merasakan di posisi mbak Achi yang udah jadi calon istri dari "Mr. Right" nya yaitu Mas Rendro *Amiiin.

Dari sekian banyak cerita mbak Achi, ada satu topik yang menarik soal perbedaan "cocok dan nyaman" antara hubungan Pria (Si Biru) dan Wanita (Si Merah Muda). Mbak Achi bilang, gak ada di dunia ini orang yang cocok. Sekalipun itu kembar. Jadi kalau pria/wanita bilang "eh, aku cocok sama doi". Eittssss... Coba diteliti lagi, itu bukan cocok, tapi NYAMAN.

Jika kita ingin mencari orang yang sepenuhnya cocok dengan kita, mustahil sampai keliling dunia pun gak akan ketemu. Karena kodrat kita dilahirkan berbeda, dan otomatis ketika kita mencintai atau mengagumi seseorang itu karena kita menyukai perbedaan yang ada. Dalam diri manusia, udah ditanamkan bahwa sesuatu yang berbeda adalah yang tidak sama alias tidak cocok. Tapi, hayo mengapa kita suka/kagum sama seseorang yang jelas berbeda ? Sudah jelas karena jawabannya adalah NYAMAN bukan COCOK. Makanya salah tafsir jika kita menginginkan orang yang cocok. Deep inside, itu adalah rasa nyaman; nyaman saling menerima apa adanya, nyaman untuk selalu berada di sampingnya, nyaman hanya sekedar melihatnya tersenyum / tertawa, dan sebagainya.

Dear...
Rasa manusia itu adalah sesuatu hal yang sangat sensitif. Ia sangat rapuh ketika terluka, namun begitu kuat saat rasa itu berbinar. Kenyamanan manusia adalah kunci utama untuk hubungan yang baik dengan sesama, khususnya antara Golongan Biru (Pria) dan Merah Muda (Wanita). Dari sebuah kenyamanan, bisa tercipta hubungan yang indah. Jika itu terus berlanjut, bahkan bisa menyatukan dua keluarga menjadi satu keluarga besar. Hayo itu dimulai dari apa? Ya, rasa nyaman tadi. Simple namun jika manusia terus belajar dari melihat dan merasa, dunia ini begitu mudah untuk dipelajari. Eh kocak ya, Nisa bisa nalar sejauh ini hanya dari perkataan mbak Achi yang sederhana tadi :D

Note : Judul entri "Biru dan Merah Muda" itu karena pada umumnya pria dan wanita identik dengan kedua warna itu.

Saturday, April 13, 2013

Dear Weekend


Selamat pagi Sabtu.
Sabtu Minggu libur kerja, tapi tidak libur untuk aktivitas dan semangat. Hari ini Nisa punya janji dengan teman kuliah, tentunya setelah urusan beres-beres kamar kelar. Dia juga merantau dari Palembang ke Jakarta. Dia seangkatan dengan Nisa, bekerja di salah satu bank swasta, namanya Redha. Visit blog pribadi nya Lovamic Redha. Hari ini rencananya mau ke Jajan Kuliner Bango di Senayan. Nisa suka kuliner, dibanding beli setumpuk baju dan sepatu, aku lebih memilih jajan / kulineran (*jajan mulu, badan masih kurus-kurus aja hihi). Nisa harap hari ini menyenangkan lah ya. Rencananya malam habis dia pulang kerja kita berdua baru ke TKP kuliner, jadi ceritanya satnite ntar bareng Redha. Dia seperti Guardian buat Nisa kalau di kampus, selalu bawel soal pola makan dan kesehatan Nisa. Makanya aku panggil dia "ummi". She likes 'mommy' :D

Sekarang Nisa udah jauh dari keluarga di Palembang. Senin - Jumat karena kerja jadi Nisa tidak merasakan kesendirian dan kesepian, selalu ada anak-anak BDP dan rekan kerja. Ramai, gaduh, dan menyenangkan Alhamdulillah kalau di kantor. Namun, bagaimana dengan Sabtu - Minggu ? Enak kalau Nisa selalu punya rencana di dua hari itu. Jadi Nisa tidak bengong dan kesepian di kost. Kalau gak ada planning ? Yah...

Nisa adalah anak yang pendiam namun aktif, ingin selalu melakukan semua hal yang pokoknya gak buat Nisa 'mati gaya'. Fisik boleh lemah, namun tidak untuk gairah melakukan sesuatu. Buktinya disuruh bedrest sama dokter selama 7 hari, eh hari ke empat udah masuk kerja aja. Itulah Nisa yang dari dulu selalu diomelin mama karena masalah ginian doang. Tapi, wajar ibu mana yang gak cerewet kalau anak manis nya bandel hehe

Sekarang... Nisa berusaha menyisihkan beberapa uang untuk weekend doang. Nisa masih asing dengan Jakarta, baru mengenal sepersekian orang dan cara bicara mereka. Nisa ingin kenal Jakarta lebih dalam, setidaknya Nisa jadi bisa beradaptasi dengan lebih baik lagi. Makanya Nisa udah 'making plan' untuk mengunjungi beberapa tempat budaya di Jakarta. Salah satunya adalah Kota Tua. Wuihhh, kepingin banget kesana. Berharap juga semoga ada yang mau jadi 'partner setia' sebagai guide di sini hihi. Amiiinn

Selamat berakhir pekan. Semoga menyenangkan :)

Friday, April 12, 2013

Satu.. Dua.. Tiga.. Berdetak.


12 April 2013 - 21:30 Lingkungan sekitar tempat tinggal sudah cukup sepi. Deretan rumah yang berdekatan tak jauh berapa langkah sudah tak terdengar lagi gaduhnya. Malam ini yang terdengar hanyalah backsound lagu yang ada di playlist. Lagu nya Gita Gutawa (Tak perlu keliling dunia) yang "now playing" dan suara detik jam saja yang terdengar. Pelan tapi pasti membawa suasana yang tenang dan teduh untuk istirahat dengan baik malam ini.

Kerinduan menulis dan mengutarakan rasa menjadi motivator terkuat untuk kembali lagi merawat blog malam ini. Satu Minggu ini merupakan Minggu yang cukup membuat jantung dan fikiran ku berdetak. Seperti detik jam, tik.. tok.. tik.. tok.. berdetak rapi dan sistematis.

Namun sebelum bahas soal detakkan itu, nisa mau share soal beberapa hal. Kejadian dalam Minggu ini tak sepenuhnya baik dan buruk. Namun Alhamdulillah dalam Minggu ini banyak yang Nisa pelajari.

Jujur... Nisa saat ini sedang belajar mengendalikan suatu perasaan yang cukup membuat kewalahan. Take a breath, Nisa. Itu yang selalu mendewasakan Nisa tiap rasa itu muncul. Nisa merasakan 5 hari ini seperti menjadi orang yang menyebalkan buat orang lain. Nisa merasa beberapa orang yang Nisa sayang dan kagumi terkesan 'cuek dan acuh. Hampir semua orang itu gak suka diacuhkan. Sebenarnya itu cuma feeling doang sih, gak tau realnya. Tapi.... Tuhan itu Maha Adil, ketika Nisa merasakan hal itu, muncul orang-orang baru yang buat Nisa nyaman dan peduli. Itu buat Nisa jadi gimana gitu :D

Balik lagi soal 'rasa berdetak' tadi.. Iyaaaa. Nisa akui ada rasa berdetak yang seperti berhitung dalam hati dan pikiran. Makin lama detakkannya makin cepat. Temponya sulit dikontrol. Ada pesan yang tersirat dalam detakkan itu. Awalnya bingung, namun malam ini ada yang Nisa sadari. Detakkan itu adalah sebuah rasa baru yang muncul sedemikian waktu karena kebiasaan dan kenyamanan. Nisa akui ada rasa itu. Tapi memilih untuk membiarkannya tetap berhitung.......
Satu... Dua.. Tiga..

Saturday, March 9, 2013

Spring in Love.


I love spring of four seasons. Take deep inhale; feel so sweet ... Wonder I'm here.... Amazing!

Pengikut

Celoteh Mereka

Precious Award

Precious Award
 

Copyright © 2008 Green Scrapbook Diary Designed by SimplyWP | Made free by Scrapbooking Software | Bloggerized by Ipiet Notez