Wednesday, February 25, 2015

I Knew I Loved You


Ayo ayoo.. Ini yang lagi kangen sama SAVAGE GARDEN.  Lagu ngehits mereka "I Knew I Loved You". Boleh didengerin untuk membangkitkaan flashback, yang punya story sama lagu ini tentunya hehe



Prepare Umroh


H-5..
Alhamdulillah, waktu berjalan dan aku masih dikasih kesempatan untuk hidup dan belajar bersyukur tiap saatnya. Tepat Senin, 2 Maret 2015 ini aku, suami, kedua orang tuaku dan adik perempuanku akan melaksanakan umroh. Insha Allah :) Kami berlima sedikit demi sedikit sudah mempersiapkan semua kebutuhan untuk disana dengan baik. Ini umroh kami pertama kalinya, meski kedua orangtua ku sudah pernah pergi ke Mekkah sebelumnya di tahun 2008 untuk menunaikan ibadah haji tapi tetap ini juga adalah umroh pertama mereka.

Hingga saat ini, aku masih berperasaan was-was jika aku tidak bisa pergi ke sana nanti, ya posesif lah takut ada hal-hal yang buatku tidak 'diizinkan' Tuhan kesana. Tapi Alhamdulillah, semua berjalan dengan baik. Amiin.

Packing pakaian ihram dan sehari-hari disana udah dicicil, ada mama sebagai koordinator. Yah, memang aku dan suami sementara masih tinggal di rumah dinas kedua orang tuaku. Hal ini dikarenakan, rumah pribadi kami berdua masih direnovasi.  Setidaknya sepulang umroh, Insha Allah akan fokus ngurus rumah lagi.

Bagaimana ya nanti saat umroh? Lancar gak ya ibadahnya, jujur aku jadi gak sabar.
Jadwal umroh itu dari tanggal 3 - 11 Maret 2015 bekerjasama dengan FirstTravel dari Jakarta. Tapi, kami sudah meninggalkan Palembang ke Jakarta dari tanggal 2 Maret dan bermalam di hotel dekat bandara Sokarno Hatta. Itu semua dilakukan karena adik perempuanku yang bekerja di Jakarta dan 'ngekos', harus bersiap segala sesuatunya dulu. Dia juga tidak ikut manasik dikarenakan jarak.

Insha Allah aku akan berbagi pengalamanku lewat tulisan di blog ini mengenai umroh pertamaku bersama suami dan keluarga. Mohon maaf lahir bathin ya, dan mohon doakan agar semua ibadah di sana lancar dan dimudahkan oleh Allah SWT. Amiin
*kiss kiss kiss*

Klise


Kalau memang ada suatu komitmen yang harus dijaga hingga akhir hayat, tak sepantasnyakah harus ada sesuatu yang dibutuhkan untuk membantu semua itu tetap terjaga?
Laksana sebuah amanah untuk menjaga gelas berlapis ruby, dimana ia tak boleh jatuh dan pecah. Itupun harus mempunyai pelindung, misalkan adanya "private safety", ya seperti dibuatnya tabung khusus bervolume ruang yang dilapisi sensor untuk menyimpan gelas tersebut, dan jika ada yang berani mendekati nya maka sensor tersebut akan mengeluarkan suara sirine. Itu analogi ringannya, namun bagaimana jika itu bukan hanya tentang sebuah gelas saja. Bagaimana jika itu berkenaan dengan kehidupan nyata kita, tentang perasaan misalnya? Menjaga komitmen akan suatu perasaan yang menciptakan suatu hubungan baik nan suci, namun harus diragukan kembali perasaan itu ketika sedikit tergoyah.

"Walau rintangan yang selalu datang aku takkan pernah mundur. Walau tantangan tak pernah berhenti cinta takkan pernah mati." Itu sebagian lirik lagunya Yovie & Nuno yang judulnya Sampai Akhir Waktu. Oke, memang lagu itu tentang CINTA. Tapi, bukan itu intinya. Hmm, bisa jadi bukan itu intinya.

Pertanyaannya, apakah setiap orang di dunia ini mampu mempertahankan komitmen yang ia pegang dan tetap terjaga baik hingga akhir hayatnya. Sebenarnya, aku menulis postingan ini karena terlalu banyak spasi untuk membicarakan hal yang sifatnya ekstensial. Hal yang membutuhkan pendalaman ilmu dan praktik jitu agar bisa menjawabnya, dan mungkin bisa menjawabnya dengan tepat dan yakin di kehidupan berikutnya (bagi yang percaya). 

Di dalam menjalani kehidupan, pasti akan ada titik dimana kita sulit untuk tetap menjaga komitmen semurni niat awal yang masih bersifat idealis. Dimana akan adanya kondisi lingkungan yang dasarnya mengalir di sisi kehidupan dengan adanya kebudayaan dan kebiasaan, mengadukkan semua hal yang berpotensi melemahkan komitmen yang ada. Salah siapa itu semua? Tidak, salah siapa jika komitmen itu sudah mulai luntur walau hanya secuil. Sepenuhkan kita? Atau sepenuhnya lingkungan? Atau keduanya?

Adakah hukum alam akan menyepak dan memberi karma terhadap kelalaian seperti itu. Sulit untuk menyalahkan lingkungan, karena itu general dan 'banyak'. Namun kita; individual dan berdiri sendiri. Jika memang komitmen itu menjada 'payah', one and the only one dunia akan memandang kita adalah penyebabnya (self). 

Jangan melemahkan otakmu untuk memikirkan makna tulisan kali ini.
Jangan buatmu berprasangka negatif.
Ini klise, biasa saja, ada tapi tak tampak. Kecuali kau bisa rasa....

Tuesday, February 17, 2015

"Katakan Sejujurnya"


Eh beneran aku baru tahu kalo lagu 'Katakan Sejujurnya' itu karya alm. Rinto Harahap. Gak tau ketiba aja denger lagu ini malam ini, trs pas didengerin asyik juga ya. Versi aslinya dinyanyiin sama Christhine Panjaitan yang dirilis tahun 1987. 

Sekarang lagu ini sudah direcycle sama musisi Indonesia, dari Nindy dan Armada Band. Ini liriknya (boleh dinyanyiin pas karaoke-an) :D


               Kalau Dulu Kita Tak Bertemu
         Takkan Pernah Ku Rasakan Artinya Rindu
               Kalau Kita Dulu Tak Kenal
         Takkan Pernah Ku Rasakan Jatuh Cinta

                   Kau Berikan Aku Cinta
                 Dan Semua Yang Terindah
                 Namun Hanya Sehari Saja

               Katakanlah Katakan Sejujurnya
                  Apa Mungkin Kita Bersatu
                Kalau Tak Mungkin Lagi Hujan
                    Menyejukkan Hati Kita

             Untuk Apa Kau Dan Aku Bersatu
                Kalau Tak Mungkin Lagi Kita
                   Bercerita Tentang C!nta
                  Biarkanlah Ku Pergi Jauh

           Katakan Sayang, Katakan Sejujurnya
             Kalau Memang Hatimu Tak Sayang
          Mengapa Dulu Kau Kirim Surat Padaku

                  Sampul Biru Tertulis Namaku
            Serasa Terbang Seluruh Jiwa Ragaku
                  Namun Apa Yang Terjadi
                Kau Hancurkan Semua Mimpi
                  Yang Menyakitkan Hati Ini

               Katakanlah Katakan Sejujornya
                  Apa Mungkin Kita Bersatu
               Kalau Tak Mungkin Lagi Hujan
                    Menyejukkan Hati Kita

             Untuk Apa Kau Dan Aku Bersatu
               Kalau Tak Mungkin Lagi Kita
                 Bercerita Tentang Cinta
                Biarkanlah Ku Pergi Jauh

              Kalau Tak Mungkin Lagi Kita
                Menyanyikan Lagu Cinta
            Untuk Apa Aku Di Sini Ku Disini

Nah, itu lirik versi Armada yang aku copypaste doang dr google, lihat vidklip nya ternyata ada artis unyu, Rizky Nazar (watch this: Armada - Katakan Sejujurnya (Official Video): http://youtu.be/HpcUpDbldCc). Trus, ada link versi Nindy juga : http://youtu.be/4FOwgbR0V10)

Semoga semua karyamu selalu dikenang dan damai untuk mu selalu, Mr. Rinto Harahap. Amiin 

"Jiwa" Yang Belum Tuhan Tiupkan


Sore aroma hujan,
Di kota ini langit baru selesai menjatuhkan kubikkan air, masih basah. Kali ini aku ingin berbagi perasaan hati saat ini. Sudah 5 bulan aku menikah, tepatnya akan masuk 6 bulan tanggal 6 Maret nanti Insha Allah. Aku dan suami belum dikaruniai buah hati, "jiwa hidup" belum ada di dalam rahim ku. Emang baru dini sekali usia pernikahan kami. Lalu apa yang membuatku sedih ? 

Pada dasarnya, ini tidak akan menjadi suatu momok menakutkan untukku jika ada yang bertanya "Udah isi belum? (Udah hamil belum? red)". Dimana jawabanku saat ini masih "Belum". Di minggu-minggu pertama kami menikah pun, sudah terlontar pertanyaan itu. Awal aku menanggapi pertanyaan itu biasa, tapi makin lama makin merasakan pressure dengan rentetan pertanyaan kayak gitu. Bahkan ada yang menambahkan pernyataan "Kok lama amat, mbak". Masha Allah ini baru 5 bulan. Tapi iya sih, bahkan ada orang yang sudah hamil setelah 1 bulan pernikahan. Beruntungnya mereka...

Terkadang aku mikir, bukankah kita semua tahu rezeki anak, jodoh dan kematian pada dasarnya sudah ada ikatan hakiki Takdir nya sendiri. Jujur, dari keluargaku sendiri tidak menuntut untuk aku harus cepat hamil. Dikarenakan mereka yakin, rezeki anak sudah diatur sama yang DI ATAS. Suamiku pun begitu, ia selalu memelukku kemudian menciumku ketika aku mengadu manja dan bercerita tentang perasaanku terhadap pertanyaan lingkungan sekitar yang "seakan menuntutku". 

Inilah jika tinggal bersama orang dengan adat timur, yang terkadang masih mengikuti dengan kebiasaan orang sekitar yang sudah menjadi dasar dalam kehidupan. Aku berusaha memaklumi semuanya, karena aku yakin dengan amat sangat bahwa Tuhan akan "meniupkan jiwa" dalam rahimku; dimana ia akan membahagiakan semua orang yang mengenalinya bahkan hanya melihatnya saja. Ia akan menjadi anak yang hebat dan cerdas, tumbuh kembang dengan keteguhan agama, keindahan rupa dan kearifan akhlaknya. 

Suamiku adalah orang hebat bagiku, aku mencintainya dengan kesederhanaan perangainya yang menenangkan. Ia mendekapku dengan perlindungan dan seolah menyampaikan makna bahwa kami akan menjadi orang tua yang hebat kelak. Amiin. Aku percaya bahwa mungkin ada alasan kenapa Tuhan belum memberi kami rezeki ini, aku sangat yakin. Keyakinan inilah yang mengobati dan sedikit demi sedikit menghapus kesedihan itu. Jika memang begitu, semoga aku tidak terlalu memikirkan pertanyaan itu, biarkan kami berusaha dan semoga Tuhan ridhoi. Terpenting adalah jalani aja hubungan ini dengan fun dan happy. Doakan aku dan suami ya, dearrrrrrr :*

Saturday, February 14, 2015

Taman Indraloka Family Park


Selamat siang, semua.
Weekend pada ngapain? Hari ini aku bersama suami dan kedua orang tuaku datang ke acara pernikahan sepupuku di Gedung Griya Taman Indraloka Family Park. Semalam kita landing di Bandara Halim dari Palembang ke Jakarta dan bermalam di salah satu hotel yang ada di daerah Cililitan, Jakarta Timur

Sengaja emang kita jauh dari Palembang (ya kalo ditempuh dengan darat) khusus buat menghadiri pernikahannya sepupu. Oke, kita fokuskan membahas nuansa di taman ini. Nuansanya adem, kalo menurut aku nuansa bening gitu. Sejuk dan rindang karena banyak pepohonan. Disini bukan hanya ada pohon-pohon aja, ada swimming pool juga yang pas bgt buat berwisata nuansa alam. Jadi kesan tema pernikahannya asri gitu. Coba dipoles sedikit lagi taman ini, Insha Allah akan menjadi daya tarik luar biasa. AKU YAKIN!

Taman Indraloka ini berada di kawasan Cipayung, Jakarta Timur. Alamatnya di .Jalan Mandor Hasan No.45, DKI Jakarta. Yah, kalo mau liburan menyenangkan dan asri gitu, monggo bisa diaplikasikan. Atau mau ngadain ala-ala pesta pondokkan atau nuansa kebun gitu, juga bisa. 

Taman Indraloka

Berdua suami 'take groufie'. Smileeeeeee :)

Suami berpose di depan pajangan jip tua. 
Disini juga bisa belajar bahasa latin dari banyak tumbuhan.





Pengikut

Celoteh Mereka

Precious Award

Precious Award
 

Copyright © 2008 Green Scrapbook Diary Designed by SimplyWP | Made free by Scrapbooking Software | Bloggerized by Ipiet Notez