Tuesday, February 17, 2015

"Jiwa" Yang Belum Tuhan Tiupkan


Sore aroma hujan,
Di kota ini langit baru selesai menjatuhkan kubikkan air, masih basah. Kali ini aku ingin berbagi perasaan hati saat ini. Sudah 5 bulan aku menikah, tepatnya akan masuk 6 bulan tanggal 6 Maret nanti Insha Allah. Aku dan suami belum dikaruniai buah hati, "jiwa hidup" belum ada di dalam rahim ku. Emang baru dini sekali usia pernikahan kami. Lalu apa yang membuatku sedih ? 

Pada dasarnya, ini tidak akan menjadi suatu momok menakutkan untukku jika ada yang bertanya "Udah isi belum? (Udah hamil belum? red)". Dimana jawabanku saat ini masih "Belum". Di minggu-minggu pertama kami menikah pun, sudah terlontar pertanyaan itu. Awal aku menanggapi pertanyaan itu biasa, tapi makin lama makin merasakan pressure dengan rentetan pertanyaan kayak gitu. Bahkan ada yang menambahkan pernyataan "Kok lama amat, mbak". Masha Allah ini baru 5 bulan. Tapi iya sih, bahkan ada orang yang sudah hamil setelah 1 bulan pernikahan. Beruntungnya mereka...

Terkadang aku mikir, bukankah kita semua tahu rezeki anak, jodoh dan kematian pada dasarnya sudah ada ikatan hakiki Takdir nya sendiri. Jujur, dari keluargaku sendiri tidak menuntut untuk aku harus cepat hamil. Dikarenakan mereka yakin, rezeki anak sudah diatur sama yang DI ATAS. Suamiku pun begitu, ia selalu memelukku kemudian menciumku ketika aku mengadu manja dan bercerita tentang perasaanku terhadap pertanyaan lingkungan sekitar yang "seakan menuntutku". 

Inilah jika tinggal bersama orang dengan adat timur, yang terkadang masih mengikuti dengan kebiasaan orang sekitar yang sudah menjadi dasar dalam kehidupan. Aku berusaha memaklumi semuanya, karena aku yakin dengan amat sangat bahwa Tuhan akan "meniupkan jiwa" dalam rahimku; dimana ia akan membahagiakan semua orang yang mengenalinya bahkan hanya melihatnya saja. Ia akan menjadi anak yang hebat dan cerdas, tumbuh kembang dengan keteguhan agama, keindahan rupa dan kearifan akhlaknya. 

Suamiku adalah orang hebat bagiku, aku mencintainya dengan kesederhanaan perangainya yang menenangkan. Ia mendekapku dengan perlindungan dan seolah menyampaikan makna bahwa kami akan menjadi orang tua yang hebat kelak. Amiin. Aku percaya bahwa mungkin ada alasan kenapa Tuhan belum memberi kami rezeki ini, aku sangat yakin. Keyakinan inilah yang mengobati dan sedikit demi sedikit menghapus kesedihan itu. Jika memang begitu, semoga aku tidak terlalu memikirkan pertanyaan itu, biarkan kami berusaha dan semoga Tuhan ridhoi. Terpenting adalah jalani aja hubungan ini dengan fun dan happy. Doakan aku dan suami ya, dearrrrrrr :*

0 komentar:

Post a Comment

Pengikut

Celoteh Mereka

Precious Award

Precious Award
 

Copyright © 2008 Green Scrapbook Diary Designed by SimplyWP | Made free by Scrapbooking Software | Bloggerized by Ipiet Notez